Susahnya Jadi Saya(Part 1)

Inilah susahnya jadi saya, kenapa? karena saya adalah mahasiswi semester atas(maksudnya??) yang agak bermasalah dengan jurusan yang sudah saya pilih. Saya adalah salah satu mahasiswi di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim – Pekanbaru, yang (terpaksa) mengambil jurusan teknik informatika(no hard feeling,okay^^V). Kenapa saya menyebut ini masalah? karena ternyata pilihan jurusan yang sudah saya jalani sejak tahun 2008 ini bukan bidang yang saya  sukai. Secara umum kita tahu bahwa jurusan ini adalah tentang dunia teknologi dan komputer. Dan itu benar. Tidak salah. Yang salah adalah saya yang tidak melakukan survey terlebih dahulu dan hanya berpedoman pada saran dan pendapat kakak laki-laki saya yang menginginkan saya memilih jurusan IT ini. Pada saat itu saya sebagai adik yang (sayangnya) sangat percaya dan yakin bahwa pendapat kakak adalah yang terbaik pun mengikuti sarannya tersebut. Selain itu saya juga tidak punya pilihan lain karena bidang yang saya sukai, yaitu Bahasa Inggris hanya tersedia di fakultas tarbiyah dan keguruan dan bukan sastra, sesuai keinginan saya (banyak mau banget ya).

Di tahun-tahun awal perkuliahan, alhamdulillah saya (masih) mampu mengikuti mata kuliah yang ada dengan nilai yang (syukurnya) tidak terlalu buruk. Namanya juga awal, pastinya pelajaran yang diberikan masih dasar dan memang belum masuk ke bagian inti dari jurusan teknik informatika ini.

Sejak menjalani kuliah semester V, saya mulai merasa tertatih (kerispatih mode:on) mengikuti perkuliahan. Ditambah lagi dengan rasa malas yang mulai menggerogoti (apasih) pikiran dan raga saya. Di saat itulah saya mulai terpikir bahwa selama ini apa saya salah jurusan? kalau iya harus bagaimana? rasanya tidak mungkin untuk keluar dari jurusan ini tanpa membawa ijazah. Tapi Allah baiiiiik banget sama saya, karena alhamdulilah nilai saya masih aman untuk semester V.

Puncaknya memang bukan di semester V, melainkan semester setelahnya. Di jurusan saya ini semester VI memang semester yang paling berat karena begitu banyak tugas besar yang harus dikerjakan dan waktu deadline-nya bisa dibilang hampir bersamaan. Bisa ditebak saya (dan teman-teman lain pastinya)  merasa tertekan, lelah, takut, dan perasaan-perasaan tidak nyaman lainnya. Tapi tidak ada pilihan selain menyelesaikan semuaaa tugas itu dengan semaksimal mungkin (hehe maksimal gak ya?).

Hasilnya? untuk pertama kalinya saya mendapat nilai D di salah satu mata kuliah (T_T). Shock, pasti. Sedih? jangan ditanya. Rasanya bintang-bintang menari di atas kepala (kaya’ di film-film kartun:p) dan langsung terpikir dengan orang tua. Bagaimana cara menyampaikan berita duka ini? (4L4y mod3 : on) pusing bangetlah pokoknya.

Hoaammmmm…ngantuk banget ya, jam berapa sih sekarang? Sepertinya memang sudah waktunya saya istirahat nih teman-teman. tunggu kelanjutan cerita ini ya..

Wassalam..(^_^)

Advertisements

2 thoughts on “Susahnya Jadi Saya(Part 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s