Manusia, Berusahalah

 Pembaca sekalian, tahukah kalian bahwa seluruh manusia di muka bumi ini sudah memiliki takdir mengenai akhir hidupnya kelak di akhirat???

Sesungguhnya, seorang anak Adam, telah ditentukan oleh Allah akan dimasukkan ke surga atau neraka jauh sebelum mereka dilahirkan, sebagaimana terdapat dalam hadits,

Allah menciptakan Adam, lalu ditepuk pundak kanannya kemudian keluarlah keturunan yang putih, mereka seperti susu. Kemudian ditepuk pundak yang kirinya lalu keluarlah keturunan yang hitam, mereka seperti arang.. Allah berfriman, ‘Mereka (yang seperti susu -pen) akan masuk ke dalam surga sedangkan Aku tidak peduli dan mereka (yang seperti arang-pen) akan masuk ke neraka sedangkan Aku tidak peduli.’” (Shahih; HR. Ahmad, ath-Thabrani dallam Al-Mu’jamul Kabir dan Ibnu Asakir, lihat Shahihul Jami’ no: 3233)

Mungkin banyak yang berpikir,’ jika sudah ditentukan, untuk apa beramal? Nanti sudah capek-capek beramal ternyata masuk neraka’. Aduuhh, jangan sampai ya kita berpikir seperti itu. Memang takdir kita sudah ditentukan, tapi apakah kita sudah mengetahuinya? Tentu tidak. Bahkan orang-orang (yang ngaku) bisa meramal-pun tidak akan mampu memastikannya. Hanya Allah Subhana Wa Ta’ala yang mengetahuinya. Jadi apa yang harus kita lakukan?

Rasulullah SAW bersabda,

اعْمَلُوا فَكُلٌّ مُيَسَّرٌ لِمَا خُلِقَ لَهُ ، أَمَّا مَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ السَّعَادَةِ فَيُيَسَّرُ لِعَمَلِ أَهْلِ السَّعَادَةِ ، وَأَمَّا مَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الشَّقَاءِ فَيُيَسَّرُ لِعَمَلِ أَهْلِ الشَّقَاوَةِ .ثُمَّ قَرَأَ ( فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى * وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى ). الآية

Beramallah kalian! Sebab semuanya telah dimudahkan terhadap apa yang diciptakan untuknya. Adapun orang-orang yang bahagia, maka mereka akan mudah untuk mengamalkan amalan yang menyebabkan menjadi orang bahagia. Dan mereka yang celaka, akan mudah mengamalkan amalan yang menyebabkannya menjadi orang yang celaka” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca firman Allah, “Adapun orang yang memberikan hartanya di jalan Allah dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.” (HR. Bukhari, kitab at-Tafsir dan Muslim, kitab al-Qadar)

sahabat Umar bin Khaththab juga pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

وسأله عمر هل نعمل في شئ نستأنفه ام في شئ قد فرغ منه قال بل في شئ قد فرغ منه قال ففيم العمل قال يا عمر لا يدرك ذلك إلا بالعمل قال إذا نجتهد يا رسول الله

Umar radhiyallahu ‘anhu bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :
Umar: Apakah amal yang kita lakukan itu kita sendiri yang memulai (belum ditakdirkan) ataukah amal yang sudah selesai ditentukan takdirnya?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Bahkan amal itu telah selesai ditentukan taqdirnya.”
Umar: Jika demikian, untuk apa amal?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Wahai Umar, orang tidak tahu hal itu, kecuali setelah beramal.”
Umar: Jika demikian, kami akan bersungguh-sungguh, wahai Rasulullah!

Jadi, saudara dan saudariku sesama muslim, ketidaktahuan kita mengenai takdir kita kelak hendaknya membuat kita selalu bersungguh-sungguh dalam beramal, agar menjadi manusia yang beruntung di dunia dan akhirat, yang akan berbahagia di Surga-Nya. Semuanya tergantung pada amal yang kita kerjakan selama hidup di dunia. Amal yang baik akan membawa kita pada kebahagiaan dan amal buruk akan membawa kepada celaka. tinggal pilih, mau yang bahagia atau celaka? ask your heart(with your brain)…

Mari sama-sama berusaha menjadi manusia yang lebih baik teman^^

Semoga bermanfaat_

Advertisements

3 thoughts on “Manusia, Berusahalah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s