[Indotrans] Wawancara TOP untuk W Magazine Korea edisi November 2013 Part II

tumblr_muuh55sSuL1qb2yato3_r1_1280

Lihat wawancara Part I

i : Kamu punya suara yang unik ketika berakting atau nge-rap. Menurutku suaramu cocok untuk akting.
T : Banyak yang bilang begitu tapi menurutku itu bukan sesuatu yang menguntungkan. Sebenarnya suaraku sama sekali tidak membantu ketika berakting. Tipe suaraku nge-bass dan terlalu rendah jadi pengucapannya tidak terlalu jelas seperti suara 0rang-orang pada umumnya. Mereka bilang aku punya nada suara yang bagus sebagai seorang rapper tapi sebenarnya sangat sulit untuk menyampaikan lirik(dengan jenis suaranya). Tetapi membuat suara seperti ini menjadi terdengar bagus adalah sebuah bakat/kemampuan. Ada resiko dan keuntungannya tapi bagaimana aku menggunakan suara ini adalah sesuatu yang harus kucari tahu. Jika aku berperan di film komedi dan mengatakan kalimat aneh dengan suaraku, itu akan terdengar lucu. Jika aku berperan di film serius maka akan terdengar serius juga. Pada akhirnya, semuanya terserah padaku untuk memutuskan bagaimana menggunakan hadiah(suara)ku. Memang ada resikonya tapi aku akan berusaha keras mencari tahu cara menggunakannya.
i : Kalau begitu kurasa kamu sedang dalam proses belajar cara menggunakan suaramu dalam berakting.
T : Ya. Karena aku seorang musisi, telingaku mendeteksi semua hal yang kuucapkan sengan sensitif. Aku mengerjakan segala hal pada keadaan sensitif.
i : apa hal terberat dalam film ini?
T : Yang paling berat adalah adegan laga. Tubuhku tidak begitu berbentuk (berotot) dan karena aku menari di panggung (bersama Bigbang), aku terbiasa bergerak dengan irama dan ketukan. Rasanya sulit untuk menghilangkannya(kebiasaan itu), tapi aku sudah berusaha sangat keras untuk melakukan yang terbaik untuk gerakan lagaku.
i : Kamu bilang bahwa kamu ingin melakukan peran remaja sebanyak mungkin. Dan apakah itu karena kamu tidak menikmati kehidupan sekolah yang normal sebelumnya karena kamu seorang trainee?
T : Tidak juga. Sejujurnya, aku menjadi trainee hanya selama 1 tahun. Aku datang ke YG setahun sebelum debut Bigbang dan aku sebelumnya adalah seorang rapper underground yang tampil di klub-klub underground sejak kecil. Aku dulu adalah seorang kakak yang berkomunikasi dengan Jiyong dan Taeyang melalui musik. Aku tidak terlalu terobsesi terhadap peran-peran remaja karena aku tidak menikmati masa mudaku tapi begini, rapper menghabiskan banyak waktu dengan duduk, berpikir, dan menulis lirik lagu. Karena itulah aku merasa ringkih dan tidak stabil. Egoku terlalu besar dan sulit untuk mengendalikannya sendiri. Karena itulah aku tertarik dengan karakter-karakter remaja yang memiliki keringkiran tersebut. Ketika seseorang yang mengetahui kekuatan dari rasa tidak aman itu dan perasaan yang memunculkan karakter itu maka ia bisa memberikan ketegangan terhadap penonton dengan lebih efektif.
i : kamu bilang ingin berakting sebagai seorang yang berusia 20 tahun di usia 30an.
T : Aku hanya bercanda *tertawa* Sekarangpun aku ingin berakting sebagai seorang kakek tua jika aku bisa. Tapi aku tidak bisa jadi aku tidak melakukannya.
i : bukankah lebih penting melihat seberapa besar kesamaan yang kamu bagi dengan karakter itu daripada faktor usia?
T : Menurutku penting untuk mengetahui bagaimana kamu bisa memimpin ceritanya.Saat kamu memberiku pertanyaan, aku menjawab berdasarkan emosiku.

hq6
i : Aku tahu kamu sudah mendengar musik sejak kamu kecil, tapi bagaimana dengan film? Kamu punya aktor favorit?
T : Aku malu membicarakan tentang aktor. aku menyukai film-film dari aktor-aktor terkenal….akting Robert De niro. Khususnya aku suka “Taxi Driver”. Setiap kali aku menonton film ini aku memperoleh interpretasi berbeda dari film tersebut. Sebelumnya aku suka akting dari Al Pacino tapi semakin kulihat, aku semakin menyukai akting detil Robert De niro. Aku suka caranya menunjukkan aktingnya yang unik dan sensitif bahkan ketika dia hanya menggerakkan tangannya dan bukan ekspresi-ekspesi langsung.
i : Film favorit?
T : Aku tidak begitu peduli dengan genre. Tapi aku menyukai film tentang identitas. Seperti “Gattaca” dan “A.I”. Pada saat pertama kali melihat skenario “Alumni” aku pikir itu sama dengan “A.I” jadi aku ingin melakukannya. Aku ingat mata dingin dari robot yang menjadi karakter utama (di film A.I). Seperti itu, aku menyukai gaya akting yang terlihat tanpa emosi tapi sebenarnya penuh emosi. Aku pikir aku mungkin bisa mencoba membuat sebuah karakter yang mengesankan untuk “Alumni” jika aku melakukannya dengan baik. karakter itu sulit karena jika aku berekspresi berlebihan, hasilnya juga akan berlebihan.
i : Dari apa yang kudengar, kamu sangat tidak menyukai hal-hal yang berlebihan.
T : itu karena dulu aku seperti itu. Seperti diriku di awal-awal penampilan Bigbang. Sekarang saat aku melihat TOP si penyanyi yang belum dipoles, aku tahu bahwa aku terlalu berusaha terlihat keren dan aku tidak menyadari mungkin saja orang juga berpikir bahwa aku terlalu berusaha keras(untuk terlihat keren).
i : Apa kamu sekarang bertindak secara berbeda?
T : Aku mencoba untuk lebih mengendalikan hal-hal dan sedikit lebih memolesnya. Menurutku itulah yang disebut dengan bakat. Daripada menunjukkan semua bakat yang kamu punya sekaligus, membagi-baginya dan menunjukkan dengan baik adalah sebuah bakat. Semua orang bisa melakukan hal-hal secara berlebihan, dan sekali kamu memulai melakukan sesuatu secara berlebihan, maka tidak akan ada habisnya. Aku sudah mempelajarinya jadi aku berusaha tidak melakukannya.
i : Itu adalah sesuatu yang kamu pelajari melalui banyak pengalaman dan setelah berbagai percobaan dan kesalahan, apa menurutmu kamu juga bisa menerapkannya di bidang akting?
T : Di saat-saat tertentu kamu bisa melihat kemampuan dari beberapa aktor hebat di film. Pada kemungkinann situasi terburuk, wajah mereka terlihat tanpa emosi, tapi mereka bisa membuat penonton merasakan ketegangan. Seperti itulah aku ingin jadi seseorang yang bisa mengendalikan dan memainkan keadaan/situasi. Aku tidak suka diriku keluar dari layar menuju penonton, tapi aku ingin penonton mendatangi layar karena mereka penasaran dan ingin tahu ‘apa yang sedang dipikirkannya?’ seperti aku ingin hati orang-orang tergerak bahkan hanya dengan berakting secara normal. Di sisi tersebut aku bisa saja berteriak atau menangis tapi aku menahannya. Aktor favoritku saat ini adalah Ryan Gosling. Ia tidak punya banyak dialog di film “Drive” tapi aktingnya yang terkontrol(terasa) sangat kuat.
i : Sudah lihat film Ryan Gosling yang terbaru, “Place Beyond The Pines” ?
T : Aku akan menyimpan dan menontonnya nanti. Aku ingin nonton “Only God Forgives” terlebih dahulu karena sutradara yang sama dengan film “Drive”. Tapi Lee Myunghoon di “Alumni” sangat sama dengan “Drive” dalam satu hal, karena keduanya tidak banyak bicara dan keduanya harus menunjukkan perasaan yang dikendalikan. Setelah syuting film ini, aku memustuskan bahwa aku tidak akan pernah memerankan film yang membutuhkan akting sederhana yang dikontrol. Aku rasa sangat sulit untuk memerankannya. Ketika karakter itu terlihat seperti akan bicara, Ia harus menahan mulutnya untuk tetap diam dan sebaliknya, ketika Ia seperti tidak akan bicara, ia bicara.
i : tapi bukankah karena itulah kamu memilih film itu?
T : ya, karena seleraku yang aneh *tertawa*
i : Kalau begitu apa kamu akan memilih film serupa untuk selanjutnya?
T : Tidak. aku akan melakukan sesuatu yang lebih menarik meskipun itu lebih sulit.
i : Sepertinya kamu adalah tipe yang tidak memanjakan dirimu
T : malakukan hal-hal yang nyaman tidak seru. aku menikmati hal-hal yang sulit dan menyakitkan.
i : Apakah kamu cabul? ah, aku hanya bercanda.
T : Kurasa aku punya beberapa sisi seperti itu, karena itulah aku melakukan pekerjan seperti ini? tapi kecenderungan seksual-ku sama sekali tidak seperti itu *tertawa*

jbhk
i : Ada banyak wawancara yang kamu lakukan bersama Bigbang, tapi sejujurnya kamu tidak terlihat begitu dewasa meskipun kamu adalah anggota tertua.
T : Aku berusaha menjadi lebih nyaman saat sedang bersama member BB. Kurasa member-memberku lebih menyukainya sejak dulu dan karena situasi yang tegang saat kami sedang bekerja, akan sangat membantu jika seseorang bercanda untuk menghibur. Menurutku itu tepat jika member tertua yang melakukannya.
i : Barangkali kamu melakukannya karena kalian sangat dekat. Tapi kamu tidak melakukannya di lokasi syuting, kan?
T : Aku selalu bercanda meskipun selama syuting film. Aku menari di depan kamera. Kami berencana membuat sebuah Photobook pembuatan film untuk “Alumni”.
i : Aku dengar Bigbang akan segera kembali (melakukan aktivitas musik)
T : Ini saatnya untuk mengerjakan lagu baru tapi kami masih belum melakukannya karena kesibukan masing-masing. Tanggal(comeback) masih belum ditentukan.
i : Baru-baru ini kamu berkolaborasi pada lagu Diplo (Major Lazer) “Bubble Butt”
T : Tanpa adanya topik yang spesifik dan panduan audio, mereka memintaku untuk melakukan apapun yang kusuka(untuk lagu ini). Karena aku seorang Korea, aku selalu punya kebanggan sebagai orang Korea ke negara manapun aku pergi untuk melakukan sesuatu. Orang asing mengatakan bahwa orang korea itu kaku tapi aku ingin menunjukkan rap-nya orang korea bisa terdengar seksi melalui lirik yang kutulis. Namun sejujurnya, aku sudah mengerjakan dan menyelesaikan lagu itu 2 tahun yang lalu dan baru muncul sekarang.
i : Aku merasa kamu ingin mengerjakan musik saat berakting, dan saat mengerjakan musik kamu ingin melakukan akting.
T : Aku memang merasa demikian. Alasan kenapa kau tidak menjadi malas adalah karena ketika aku sedang mengerjakan musik, aku ingin berakting di film dan kemudian ketika aku sedang mengerjakan film, aku ingin bermusik. Menurutku energilah yang mengubahnya setiap waktu. Tapi sesekali aku merasa aku telah menggunakan kekuatan itu dengan cara yang salah.
i : Kalau begitu pasti kau merasa ingin berada di panggung secepatnya.
T : Aku ingin bertemu dengan penggemarku melalui musik secepatnya. Aku merasa bersalah bagi mereka yang sudah menunggu dan percaya pada sisi musikalitas dan talentaku. Jadi aku ingin mempersiapkan (album) dengan baik dan kembali layaknya sebuah kado untuk mereka.
i : Itu juga yang kamu katakan tentang hubungan (pacaran)
T : Bukankah para gadis suka saat pacar mereka memberikan sepatu dan cincin daripada hanya memberi cincin?
i : Kamu punya pandangan yang bagus dalam percintaan.
T : Jika aku adalah tipe yang selalu baik, maka tidak akan seperti itu. Tapi aku ingin menjadi laki-laki yang sesekali menyiapkan acara khusus untuk kekasihku.
i : kamu tadi membicarakan tentang usia 30, kira-kira seperti apa kamu di usia 30?
T : Itu sebentar lagi….hanya 3 tahun dari sekarang, jadi tidakkah menurutmu aku kurang lebih akan sama seperti saat ini?
i : Tapi jika kamu pikir 3 tahun dari sekarang, tidakkah akan ada perbedaan dalam dirimu?
T : Sekarang kalau aku memikirkannya, aku rasa 3 tahun yang lalu aku seorang yang halus dan lembut dan sekarang aku lebih gesit dan tangguh. Tapi beberapa hal yang dulunya keras sekarang menjadi lebih lembut, dan sekarang aku sudah berhenti bergantung pada hal-hal kecil dan menjadi lebih kuat, jadi aku rasa aku sudah belajar untuk menyeimbangkan diriku sendiri di 3 tahun kemudian. Aku berharap menjadi seorang yang berpengalaman dalam mengendalikan segala sesuatu dan hanya menunjukkan sisi-sisi baik yang kumiliki dan menciptakan hal-hal baru dan memolesnya. Dan kurasa aku akan jadi lebih berani.
i : Apa yang sedang dilakukan member Bigbang lainnya saat ini?
T : GD sibuk melakukan banyak hal seperti biasa, album solo Taeyang akan segera dirilis. Daesungie juga baru menyelesaikan banyak konser di Jepang dan Seungri jadi MC pada sebuah acara siaran Jepang. Aku rasa para fans jauh lebih tahu tentang aktivitas mereka.
i : Apa yang sedang ingin kamu lakukan saat ini selain bekerja?
T : Saat ini tidak ada hal yang benar-benar menarik. Aku dulu mengoleksi mainan tapi akau sudah berhenti. Ibuku mengatakan bahwa sudah tidak ada lagi tempat untuk menaruhnya jadi beliau menaruh semuanya di ruang penyimpananku dan menyuruhku berhenti. Aku sangat menyukai kursi-kursi modern yang dirancang oleh Antonio Citerrio, seorang Industrial Designer dari Italia. Aku menyukainya karena (rancangan) terlihat gagah berani. Itu memberiku inspirasi. Menggambarkan Bigbang. Mengingatkanku pada Bigbang muda yang berani, karakteristik yang tangguh aku mencoba mendapatkan inspirasi dan energi darinya. Aku sudah berhenti dari gaya Ettore Sottsass. Saat ini aku lebih menyukai hal-hal yang berbau classy/bermutu. Dulu, aku biasanya suka mencoab banyak gaya berbusana tapi pada akhirnya aku hanya memakainya sekali atau dua kali. Jadi aku pikir suatu perubahan yang wajar bagi orang-orang di usia 30an untuk kembali ke dasar dan memakai sesuatu yang sederhana. Aku rasa usia 30 sedang mendekatiku saat ini. Mungkin karena aku adalah tipe orang yang cepat bosan. Ketika aku suka sesuatu, aku membayangkan bagaimana jadinya dan karena itulah aku merasa mudah bosan.
i : di film “71 into the Fire”, karaktermu berlawanan dengan karakter Kwon Sang Woo dan kalian memerankannya dengan baik. Di film ini (Alumni), bagaimana rasanya bekerja dengan aktor lain?
T : Kami semua punya hubungan yang baik. Semua aktor di film ini punya porsi adegan yang sama untuk berakting denganku. Kesedihan terbesar di film ini adalah hubungannku dnegan Yoo Jeong tapi poersi adeganku dengan Yoo Jeong sama dengan aktor senior Yoon Jemoon, jadi tidak kurang dan tidak lebih tapi punya keunikan tersendiri. Memang sulit rasanya untuk memerankan karakter ini karena harus membentuk kebersamaan dengan aktor-aktor yang lain. Ketika aku sedang (beradu akting) dengan aktor berbeda, karakter yang muncul pun berbeda. menurutku adegan yang menyenangkan adalah aku saat bersama Han Yeri.

tumblr_muwtu0ImRt1qb2yato1_1280
i : Kamu akan kembali ke dasar dan bertahan dengan gaya berbusana yang classy tapi apa kamu akan berhenti mencoba warna rambut yang berani?
T : AKu ingin mencocokkan gaya berpakaianku dengan model klasik tapi aku lebih suka warna-warna dasar untuk rambutku. Seperti halnya rambutku, aku ingin terlihat muda dan keren tapi tetap classy daripada terlihat terlalu rapi dan bersih.
i : Perancang busana favoritmu ?
T : Aku suka Tomford. Suka Saint Laurent juga, tapi kurasa rancangannya tidak cocok dengan bentuk tubuhku. Menurutku Hedi Slimane juga bagus tapi sebelumnya aku sangat suka Perancang Yves Saint Laurent. Saat nanti aku sudah jadi kakek, aku ingin seperti Laurent. Aku ingin memainkan peran penting dalam kebudayaan dan aku ingin diingat dalam memori orang-orang.
i : Apa kamu sudah melihat film dokumenter “L’Amour Fou” yang membahas tentang kehidupan Yves Saint Laurent?
T : Itu adalah film yang sangat kusukai. Film yang mengesankan dan kepribadiannya juga sangat mirip denganku.
i : Yves Saint Laurent punya rekan bernama Pierre Berge.
T : Aku punya Charlie.
i : Charlie ?
T : Anjingku dan dia adalah jenis cocker spaniel. Saat nanti aku sudah tiada Charlie akan mengumpulkan semua koleksi mebelku dan melelangnya.

~~~~~~END~~~~~~

English Trans by @BIGBANGisVIP

Advertisements

One thought on “[Indotrans] Wawancara TOP untuk W Magazine Korea edisi November 2013 Part II

  1. Saat nanti aku sudah tiada Charlie akan mengumpulkan semua koleksi mebelku dan melelangnya. tapi jadi sedih charlie udah g ada …. t.o.p pelukkkkk kamuu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s