0

* About Me *

 

Besides a K-pop enthusiast, I am loving some of west groups as well as Maroon 5, Michael Learns To Rock (MLTR), Linkin Park, Westlife, and so on. After all, I’m enjoying music so much.

I love reading, even more than watching movies. In my case, reading a book can give more contentment and i’d have felt the emotion throughout the story in it more perfectly in the first place.

I don’t drink anything but coffee. Not the pure black coffee though, yet pretty addicted to cappuccino. I barely get a sip of tea, which is apparently soulmate of my mom. We indeed are different in taste.

 

Advertisements
8

Susahnya Jadi Saya(Part 2)

Ternyata memang butuh kemauan yang besar dan obat antimalas (kalau ada) untuk menulis. Saya hobi menulis tapi lebih sering nulis di pikiran aja alias jarang banget terlihat hasil nyatanya. Ini salah satu buktinya. Tulisan saya sebelumnya, Susahnya Jadi Saya(Part1) ditulis tanggal 20 oktober lalu. Butuh 2 hari untuk melanjutkannya karena hal-hal yang sudah saya sebutkan di atas. Seandainya obat antimalas itu benar-benar ada….(@.@) Oke, kayaknya pembukaan cukup sekian ya. Kita lanjutkan cerita saya yang begitu seru sampai-sampai gak ada yang komentar..haha(kasihan kamu nak). Continue reading

2

Susahnya Jadi Saya(Part 1)

Inilah susahnya jadi saya, kenapa? karena saya adalah mahasiswi semester atas(maksudnya??) yang agak bermasalah dengan jurusan yang sudah saya pilih. Saya adalah salah satu mahasiswi di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim – Pekanbaru, yang (terpaksa) mengambil jurusan teknik informatika(no hard feeling,okay^^V). Kenapa saya menyebut ini masalah? karena ternyata pilihan jurusan yang sudah saya jalani sejak tahun 2008 ini bukan bidang yang saya  sukai. Secara umum kita tahu bahwa jurusan ini adalah tentang dunia teknologi dan komputer. Dan itu benar. Tidak salah. Yang salah adalah saya yang tidak melakukan survey terlebih dahulu dan hanya berpedoman pada saran dan pendapat kakak laki-laki saya yang menginginkan saya memilih jurusan IT ini. Pada saat itu saya sebagai adik yang (sayangnya) sangat percaya dan yakin bahwa pendapat kakak adalah yang terbaik pun mengikuti sarannya tersebut. Selain itu saya juga tidak punya pilihan lain karena bidang yang saya sukai, yaitu Bahasa Inggris hanya tersedia di fakultas tarbiyah dan keguruan dan bukan sastra, sesuai keinginan saya (banyak mau banget ya). Continue reading